• SMAN 3 SIDOARJO
  • Jujur dan Berprestasi

TEACHER AND EMPLOYEE COOPERATIVE GOVERNANCE IN SCHOOL

TATA KELOLA KOPERASI

GURU DAN KARYAWAN DI SEKOLAH

 

TEACHER AND EMPLOYEE COOPERATIVE

GOVERNANCE IN SCHOOL

 

Erna Arista

SMA Negeri 3 Sidoarjo

Email : smantiglearning@gmail.com

 

 

Abstrak

Tugas akhir ini membahas tentang tata kelola koperasi harus berpedoman pada prinsip good cooperative governance agar koperasi dapat berkembang dan mensejahterakan anggotanya. Kajian penulisan dilakukan dengan pendekatan studi literatur. Hasil penulisan ini diharapkan memberikan kontribusi dalam mereļ¬‚eksi tata kelola koperasi di Indonesia. Good cooperative governance didorong dari dua sisi, yaitu etika dan peraturan. Tujuan dari pengelolaan usaha koperasi adalah melayani anggotanya, sehingga mereka merasa puas dengan pelayanan koperasi tersebut. Koperasi dalam era revolusi industri 4.0 harus menggunakan teknologi informasi agar berkembang dan dapat bersaing dengan bidang usaha lainnya, dan hal ini harus didukung oleh partisipasi anggota secara aktif.

Kata Kunci : koperasi, tata kelola, teknologi informasi.

 

Abstract

This final project is discusses cooperative governance that must be guided by the principles of good cooperative governance so that cooperatives can develop and prosper their members. The study of this final project was carried out with a literature study approach. The results of this paper are expected to contribute to the reflection of cooperative governance in Indonesia. Good cooperative governance is encouraged from two sides, ethics and regulations. The purpose of managing a cooperative business is to serve its members, so that they are satisfied with the cooperative's services. Cooperatives in the era of the industrial revolution 4.0 must use information technology to develop and compete with other business, and must be supported by member of cooperative participation.

Key words : cooperative, governance, information technology.


PENDAHULUAN

Hingga saat ini, terdapat tiga pilar perekonomian nasional di Indonesia yang telah didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.

Pada tahun 1990-an, keberadaan Koperasi sangat digaungkan, sehingga jumlah Koperasi di Indonesia semakin meningkat. Namun per Desember 2014, dari 212.570 unit Koperasi di Indonesia, terdapat 40.013 unit Koperasi yang tidak aktif, sehingga pemerintah membubarkannya pada 2019, dan melakukan pengkajian terhadap ribuan Koperasi yang masih.

Tata kelola yang baik didukung dengan adanya sistem pengendalian internal yang baik (Cho dan Huang, 2011). Koperasi merupakan bagian dari sistem pasar akan bersaing dengan unit usaha lain dalam pasar yang sama untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada anggota dan masyarakat lainnya diluar anggota sehingga koperasi harus memiliki keunggulan komparatif (Hendar dan Kusnadi, 2005). Keunggulan komparatif dapat tercipta apabila koperasi berpegang tidak hanya pada tata kelola tradisional tetapi harus menerapkan tata kelola yang memusatkan perhatian pada pemuasa keperluas dan keinginan konsumen (Puspitasari dan Ludigdo, 2014). Pertumbuhan koperasi tidak diimbangi dengan kualitas dan kinerja, sehingga banyak koperasi yang pasif. Partisipasi anggota berperan penting untuk memajukan dan mengembangkan koperasi. Koperasi perlu mengevaluasi kinerjanya serta melakukan serangkaian perbaikan, agar tetap tumbuh dan bersaing. Perbaikan dilaksanakan terus-menerus, sehingga kinerja koperasi makin baik dan dapat terus unggul dalam persaingan, atau minimal tetap dapat bertahan.

 

METODE

Penulisan tugas akhir  ini merupakan penulisan tugas akhir  kualitatif-deskriptif yang berfokus untuk mendeskripsikan tata kelola koperasi dengan studi literature. Data diperoleh dari sumber sekunder.

 

KAJIAN PUSTAKA

Good Corporate Governance (GCG)

World Bank mendefinisikan GCG sebagai sebuah peraturan untuk organisasi bisnis yang mengatur mengenai tingkah laku pihak manajemen perusahaan serta merinci dan menjabarkan tugas dan wewenang serta pertanggungjawaban kepada pihak yang memiliki wewenang (Siboro, 2007). Kualitas tata kelola perusahaan adalah kondisi yang diperlukan untuk menjamin dan memelihara kepercayaan pemangku kepentingan (Fathi, 2013). Menurut KNKG (2006:5) prinsip – prinsip GCG antara lain transparancy (keterbukaan), accountability (akuntabilitas), responsbility (responsibilitas), indepedency (kemandirian), dan fairness (kesetaraan dan kewajaran). Menurut Farida dan Herwiyanti (2010) sistem GCG menuntut dibangun dan diterapkannya prinsip–prinsip GCG dalam proses manajerial sebuah perusahaan. GCG diimplementasikan untuk membangun budaya dan membangkitkan kesadaran pihak – pihak yang terkait dengan koperasi agar memperhatikan tanggung jawabnya mensejahterakan anggota. Kesejahteraan anggota koperasi menjadi hal utama yang semestinya diperhatikan pihak manajemen. Untuk dapat menjalankan fungsi serta perannya yang begitu penting untuk perekonomian maka koperasi harus dapat dikelola secara baik agar dapat meningkatkan kinerjanya secara berkesinambungan. Oleh karena itu Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah gencar mensosialisasikan tentang GCG pada koperasi kepada masyarakat agar pengelolaan koperasi dapat dilakukan secara efektif dan efisien dan tidak menyebabkan kerugian pada pihak manapun.

ICA (2011) menetapkan prinsip dan nilai yang harus dijalankan oleh koperasi. Ada tujuh prinsip, yaitu: 1) keanggotaan sukarela dan terbuka; 2) kontrol anggota demokratis; 3) partisipasi ekonomi anggota; 4) otonomi dan kemerdekaan; 5) pendidikan, pelatihan dan informasi; 6) kerjasama antar koperasi; dan 7) kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi didasarkan pada nilai-nilai self-help, tanggung jawab diri, demokrasi, kesetaraan, kesetaraan dan solidaritas, dan keyakinan anggota dalam kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap orang lain. Koperasi merupakan lembaga yang harus dikelola     sebagaimana     layaknya      lembaga bisnis. Manajemen koperasi melibatkan 4 (empat) unsur yaitu: anggota, pengurus, manajer, dan karyawan. Koperasi bisa berjalan dengan lancar dan berkembang jika dikelola dengan menerapkan prinsip- prinsip tata kelola koperasi yang baik. Proses bisnis koperasi harus diiringi dengan program pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengelola, pengawas, dan pembina. Pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat menyelesaikan masalah kronis di koperasi, seperti; lemahnya pengelolaan organisasi dan manajemen, gagal paham tentang jati diri koperasi, kurang mampu bersaing, kurang mampu memanfaatkan  peluang usaha serta akuntabilitas yang rendah. Tata kelola koperasi yang tidak berbasis pada prinsip good cooperative governance (GCG) berpotensi memunculkan dampak buruk bagi kesehatan dan kinerja koperasi (Budiyono dan Susilowati, 2017). Penerapan prinsip-prinsip GCG berpengaruh terhadap kinerja koperasi (Susiyanto dan Suyatno, 2016).

Dengan dimulainya era revolusi industri ke- 4, tantangan baru yang dihadapi koperasi di Indonesia terasa semakin kompleks dan rumit. Hal ini disebabkan adanya perubahan gaya hidup generasi milenial. Pola dan gaya hidup generasi milenial bercirikan segala sesuatu yang lebih cepat, mudah, murah, nyaman, dan aman. Kusuma (2018), teknologi digital telah menjadi bagian dari hidup kaum milenial dan sangat bergantung pada teknologi dan Internet untuk seluruh kegiatan mereka. Mereka juga pandai dalam memanfaatkan internet untuk mendapatkan penghasilan dan memberikan kontribusi positif bagi orang lain dan lingkungan. Dunia digital merubah hidup kita dengan cara yang tidak terbayangkan. Teknologi berubah dari sesuatu yang terlihat menjadi sesuatu yang tidak terlihat, dimana kita diperkenalkan pada teknologi yang invisible seperti Internet of Things dan Cloud Computing (Kusuma, 2018).

Koperasi pada era revolusi industri ke-4 harus beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa dinamis. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam transformasi koperasi adalah membangun karakter kreatif dan inovatif bagi insan penggerak koperasi. Kreatifitas mengharuskan insan koperasi dapat berpikir berbeda dibandingkan insan yang lain, sedangkan inovatif mengharuskan insan koperasi dapat bertindak berbeda dengan insan yang lain. Insan yang kreatif dan inovatif akan dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Insan koperasi yang harus disiapkan di era revolusi industri ke-4 adalah insan koperasi yang mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi. Dengan insan yang kreatif dan inovatif koperasi dapat memulai transformasi dirinya untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya sesuai era industri ke-4.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Koperasi Guru di Sekolah

Koperasi guru beroperasi di lingkungan sekolah dengan bisnis dan layanan beraneka macam, misalnya simpan pinjam, barang dan kebutuhan rumah tangga  dengan target konsumen yang sama. Pelayanan bisnis masih bersifat tradisional. Sistem akuntansi dan adminsitrasi belum memanfaatkan teknologi informasi secara penuh. Keanggotaan sukarela tetapi diharapkan semua guru dan karyawan akan menjadi anggota koperasi. Berdasarkan hasil pemantauan, Koperasi sulit menambah modal karena simpanan wajib kecil, ada yang Rp 75.000 per bulan, sehingga jumlah aset kecil dan sulit tumbuh, oleh karena itu perlu ditingkatkan jumlah simpanan wajib minimal per anggota, juga karena rendahnya partisipasi anggota. Disamping faktor modal juga jumlah anggota yang sulit bertambah karena hanya guru dan karyawan di sebuah ICA (2013) dalam menyusun blue print strategy penataan koperasi dimasa yang akan datang dengan menetapkan lima tema penting yang saling terkait, yaitu: partisipasi, keberlanjutan, identitas, legalitas, permodalan. Tujuan penetapan tema tersebut agar koperasi dimasa depan lebih kuat dan efisien dalam menghadapi persaiangan global, dengan cara melakukan bisnis yang lebih baik, dan membawa keseimbangan yang lebih efektif terhadap ekonomi global.

Gambar 1. Blue Print Startegy (ICA, 2013).

 

USAID (2013) menetapkan indek kinerja koperasi (Cooperative Performance Index/CPI), ada lima dimensi dalam mengukur indek kinerja koperasi yaitu : (1) status hukum & strategi dan perencanaan koperasi; (2) struktur manajemen dan sistem akuntansi; (3) produksi dan kualitas input; (4) pengaruh pasar dan hubungan bisnis; (5) rekruitmen dan strategi retensi anggota.

Gambar 2. Dimensions of Cooperative Development (USAID, 2013).

Restrukturisasi perusahaan bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi kinerja perusahaan (Bramantyo, 2004). Restrukturisasi koperasi secara bisnis sama seperti restrukturisasi perusahaan pada umumnya. Keputusan melakukan restrukturisasi ada pada rapat umum anggota (RAT), keputusan yang dipilih menyangkut kelembagaan, bidang usaha, dan organisasi manajemen. Keputusan kelembagaan terkait dengan legalitas dan keanggotaan koperasi, sedangkan keputusan bidang usaha terkait dengan unit-unit usaha yang perlu dikembangkan atau dirampingkan agar lebih efisien dan produktif. Sedangkan keputusan organisasi manajemen terkait dengan struktur organisasi, SDM, dan fungsi-fungsi manajemen. Restrukturisasi usaha menyangkut aspek produksi, pemasaran, SDM, dan keuangan (Suwandi, 2016). Daya saing perusahaan ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah: keahlian atau tingkat pendidikan pekerja, keahlian pengusaha, ketersediaan modal, sistem organisasi dan manajemen yang baik (sesuai kebutuhan bisnis), ketersediaan teknologi, ketersediaan informasi, dan ketersediaan input-input lainnya seperti energi, dan bahan baku (Tambunan, 2015). Koperasi agar diminati oleh anggota pada khususnya, juga masyarakat pada umumnya harus melakukan rebranding. Persepsi masyarakat harus dirubah bahwa menjadi anggota koperasi adalah “keren”. Oleh karena itu diperlukan perencanaan strategis agar koperasi diminati oleh masyarakat. Bisnis koperasi harus mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah masuk era digital. Transaksi melalui  media sosial harus mulai dilakukan dengan memanfaatkan platform digital. Rebranding dengan menjalankan fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Efisiensi bisnis agar memberikan keuntungan pada anggota. Langkah strategis yang harus ditempuh: Menerapkan prinsip tata kelola koperasi yang baik (Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Kemandirian, Keadilan), Inovatif dan kreatif dengan ide dan konsep brilian yang dapat dieksekusi. Jejaring informasi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan medsos untuk mempromosikan produk dan jasa, penggunaan fintech dan platform digital transaksi on-line.

 

Pengembangan Koperasi Guru dan Karyawan

Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 1992 sudah tidak memadai untuk memberikan stimulasi daya tarik koperasi bagi generasi milenial. Setiap orang mempunyai hak satu suara, keanggotaan koperasi minimal 20. Anggota koperasi guru dan karyawan sulit mengembangkan koperasi ini, karena kesibukan masing-masing, oleh karena itu tahapan pengembangannya dapat dimulai dari adanya karyawan dari pihak luar anggota, namun pengurus tetap dari anggota, dan anggota diharapkan berpartisipasi aktif dalam koperasi.

Untuk menerapkan tata kelola koperasi yang baik dibutuhkan sistem akuntansi yang real time yang setiap saat dapat diketahui indikator keuangan secara cepat. Laporan keuangan yang dibuat harus mudah dan sistematis, akuntabel, akurat. Diperlukan software akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan yang akuntabel, akurat, yang setiap saat dapat disajikan dan mudah melakukan penilaian dan evaluasi kinerja koperasi.

 

KESIMPULAN

Kesimpulan dari penulisan tugas akhir  mengenai tata kelola koperasi guru dan karyawan di sekolah:

  1. Koperasi guru dan karyawan anggotanya dan modalnya terbatas.
  2. Koperasi belum menerapkan tata kelola koperasi yang baik sehingga kinerjanya kurang baik.
  3. Koperasi belum menggunakan teknologi informasi dan komunikas untuk menunjang proses bisnis dan pelayanan anggota.
  4. Sistem transaksi ada yang konvensional untuk bidang usaha simpan pinjam, sedangkan untuk barang sudah memanfaatkan media social WA.

 

SARAN

  1. Partisipasi aktif dari anggota koperasi
  2. Rebranding koperasi dengan menerapkan tata kelola koperasi yang baik melalui prinsip-prinsip GCG, inovasi dan kreatifitas, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikas, jejaring sosial.
  3. Restrukturisasi Koperasi
    1. Kebijakan (Peraturan        dan      perundang- undangan)
    2. Kelembagaan
    3. Usaha
    4. Keuangan

 

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, M. R. R. S. (2016). Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan, Studi pada BUMDES di Gunung Kidul, Yogyakarta. MODUS: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 28(2), 155–167.

Budiyono, tri. 2017. Tata Kelola Koperasi Di Salatiga. Masalah - Masalah Hukum, Jilid 46 No. 3, Juli 2017, Halaman 257-266

Effendi, M. A. (2016). The Power of Good Corporate Governance, Teori dan Implementasi (2nd ed.). Jakarta: Salemba Empat.

Malau, S. (2019). Empat Tahun Reformasi Koperasi, Kemenkop dan UKM Bubarkan Ribuan Koperasi Mandeg dan Nakal. Retrieved October 7, 2019, from https://www.tribunnews.com/nasional/2019/03/02/empat-tahun-reformasi-koperasi-bubarkan-ribuan-koperasi-nakal

Pradnyaswari, Luh Gede Diah Ary. 2016. Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Pada Kinerja Keuangan Koperasi Di Kabupaten Klungkung. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.14.2 Februari (2016). 1064-1091

Sujarwo, Rodiana Listiawati. (2018). Pengembangan Bisnis Koperasi Kampus. Jurnal Mitra Akademia, Vol1,No2 . http://jurnal.pnj.ac.id/index.php/mak/article/view/1354

 

 

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR PADA MATERI BUKU BESAR DAN NERACA SALDO KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 3 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2020/ 2021

PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR PADA MATERI BUKU BESAR DAN NERACA SALDO KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 3 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2020/ 2021   Er

12/11/2020 17:17 - Oleh misbah - Dilihat 17 kali